Jumat, 30 September 2011

Udin yang Terakhir

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang siswa di kelas IX bertanya pada saya "Apakah 'Yaumuddin itu?". Akhirnya dengan enteng saya jawab bahwa Yaumuddin itu adalah 'udin yang terakhir'. Sontak seisi kelas tertawa, mungkin dia teringat lagunya si Udin yang berjudul 'Udin Sedunia' itu. Memang sekilas nampak bahwa jawaban saya tadi bercanda, tapi ternyata memang benar bahwa yaumuddin itu adalah udin yang terakhir. Salah satu ayat dalam surat Al-Fatihah menyematkan sifat Penguasa Yaumuddin pada Allah SWT (lihat Q.S. Al Fatihah, ayat 3).
Kata Yaumuddin berasal dari bahasa Arab, terdiri dari kata يوم yang berarti hari dan kata الدين yang berarti agama. Mengacu pada asal-usul leksikalnya tersebut, kata Yaumuddin bermakna Hari Agama. Banyak pula yang mengartikannya sebagai Hari Pembenaran Agama, karena pada hari itu akan tampak ajaran agama manakah yang benar. Yaumuddin merupakan istilah lain dari Hari Kiamat. Hari kiamat adalah hari akhir kehidupan seluruh manusia dan makhluk hidup di dunia yang harus kita percayai kebenaran adanya yang menjadi jembatan untuk menuju ke kehidupan selanjutnya di akhirat yang kekal dan abadi. Iman kepada hari kiamat adalah rukum iman yang ke-lima. Hari kiamat diawali dengan tiupan terompet sangkakala oleh malaikat isrofil untuk menghancurkan bumi beserta seluruh isinya.
Hari kiamat tidak dapat diprediksi kapan akan datangnya karena merupakan rahasia Allah SWT yang tidak diketahui siapa pun. Namun dengan demikian kita masih bisa mengetahui kapan datangnya hari kiamat dengan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Orang yang beriman kepada Allah SWT dan banyak berbuat kebaikan akan menerima imbalan surga yang penuh kenikmatan, sedangkan bagi orang-orang kafir dan penjahat akan masuk neraka yang sangat pedih untuk disiksa. Dengan percaya dan beriman kepada hari kiamat kita akan didorong untuk selalu berbuat kebajikan, menghindari perbuatan dosa, tidak mudah putus asa, tidak sombong, tidak takabur dan lain sebagainya karena segala amal perbuatan kita dicatat oleh malaikat yang akan digunakan sebagai bahan referensi apakah kita akan masuk surga atau neraka.
Hari Kiamat atau Yaumuddin menjadi hari terakhir kehidupan kita di dunia ini, dengan demikian kiranya bukan hanya sekedar gurauan ketika saya katakan bahwa Yaumuddin adalah Udin yang terakhir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers