Kamis, 08 Desember 2011

Karma Siswa Badung

Suatu hari di sebuah kelas...
Seorang guru sedang memarahi salah satu siswanya karena dinilainya anak tersebut merupakan "provokator" kelas sehingga siswa-siswa yang lain menjadi gaduh dan susah di atur.
Si siswa yang dimarahi memang dikenal sebagai siswa yang cukup "nakal". Hampir seluruh guru di sekolah dibikin jengkel oleh ulah bandelnya.
"Hai Nak...kamu tahu nggak bahwa yang kamu lakukan itu hanya membuat susah, membuat jengkel guru-gurumu." ucap sang guru. "Orang tuamu menyekolahkan kamu di sini agar kamu menjadi orang yang baik, tidak menyusahkan orang lain."
Mendengar penuturan gurunya tentang orang tuanya, siswa tersebut berkaca-kaca karena haru. Ia teringat pada kedua orang tuanya yang sedang bersusah payah mencari nafkah untuknya.
"Mereka tentunya berharap agar anaknya menjadi orang yang pintar dan sukses. Tapi apa yang kamu lakukan selama ini,,,malah justru membuat jengkel guru-gurumu. Sebagai wali kelasmu, aku sudah banyak dilapori tentang kelakuanmu yang sering bikin gaduh di kelas. Apa itu yang diharapkan ibumu??? Apa itu yang dinasehatkan oleh ayahmu???" lanjut sang guru menasehati.
Hampir-hampir saja air mata siswa itu menetes mendengar penuturan gurunya itu.

Merasa nasehatnya berhasil, sang guru lebih semangat lagi untuk melanjutkan kata-katanya...

"Kamu tahu nggak, kalau kamu sering bikin jengkel gurumu, nanti kamu akan dibalas oleh anak atau siswamu kelak ketika kamu sudah dewasa...."
Belum selesai guru tersebut melanjutkan nasehatnya, siswa tersebut bukannya menangis malah tertawa lebar.
"Hahahaha...." tawa siswa itu.
Sang guru pun menjadi heran. Ia merasa siswa tadi sudah hampir menangis dan akhirnya akan menyesali perbuatannya. Tapi yang terjadi justru diluar perkiraannya, siswa itu malah tertawa lebar.
"Hei..kenapa kamu malah tertawa?" tanya guru itu keheranan.
"Saya tertawa karena mendengar nasehat Bapak" jawab siswa.
"Memangnya kenapa?" tanya guru itu.
"Karena mendengar nasehat Bapak tadi saya jadi tahu, ternyata Bapak dan Ibu Guru semua dulu adalah anak-anak yang nakal, bandel dan badung, sama seperti saya" jawab siswa itu.
"Lho kok bisa...?", guru itu tambah penasaran.
"Iya,,, nyatanya sekarang Bapak dihukum atas ulah Bapak sewaktu muda. Sekarang Bapak direpotkan dan disusahkan oleh siswa Bapak. Ini semua pasti gara-gara Bapak dulu juga anak yang badung" jawab siswa, masih sambil menahan tawanya.
".....hmh...." sang guru pun bingung mesti menjawab apa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers