Jumat, 13 April 2012

Heidi Hanskin, Gadis 4 Tahun IQ-nya Hampir Setara Albert Einstein!

Postingan ini saya Copas dari http://m.rimanews.com
Sungguh menakjubkan dan membanggakan...anak sekecil itu. Hemh...

WHINCHESTER, HAMPSHIRE, RIMANEWS --- Anak kecil ini sungguh luar biasa.Bayangkan, pada usia dua tahun, dia bisa menghitung sampai 40, menggambar orang, membaca puisi, dan membaca buku layaknya anak usia tujuh tahun.

Sekarang, di usianya yang menginjak empat tahun, intelligence quotient (IQ) yang dimilikinya mencapai 159. Skor itu jauh di atas rata-rata IQ orang dewasa 100,bahkan yang termasuk “berbakat” sekalipun, 130. Pemilik kecerdasan luar biasa itu adalah anak perempuan kecil berambut pirang bernama Heidi Hankins. Dia pantas berbangga lantaran IQ yang dimilikinya hanya berbeda satu poin di bawah ilmuwan besar dunia,Stephen Hawking dan Albert Einstein.Balita yang berasal dari Winchester, Hampshire,Inggris itu juga telah menjadi salah satu anggota termuda jaringan Mensa.


Mensa merupakan kelompok elite terbesar yang terdiri atas orang-orang dengan IQ tinggi. Ini merupakan kelompok organisasi nonprofit yang keanggotaannya terbuka untuk siapa saja asalkan memenuhi standar IQ yang ditentukan.Mensa memiliki payung organisasi bernama Mensa International yang terdaftar secara resmi di Caythorpe, Lincolnshire, Inggris. Bakat kepintaran Heidi memang tak muncul begitu saja.

Saat berusia 14 bulan,ketika sebagian besar anak baru bisa menandai halaman atau menggambar orang-orangan berbentuk kentang,dia sudah bisa menggambar putri dan hewan. Ketika usianya menginjak 18 bulan,kedua orang tuanya menemukan Heidi sedang menggunakan komputer untuk belajar membaca.

“Bahkan,jika kita mencoba dan menyuruh dia duduk dan melakukan sesuatu, dia akan mengatakan tidak dan pergi untuk melakukan hal lain,”ujar orang tua Heidi,Matthew Hankins,seperti dikutip Dailymail kemarin.“Dalam berbagai cara,dia seperti anak muda khas yang senang bermain dengan anak lain,” tambahnya.

Heidi memang berbeda dan istimewa.Dibesarkan dalam keluarga akademisi dan seniman, yakni sang ayah Matthew Hankins,47,dosen Universitas Southampton,dan Sophy,43,seorang seniman, Heidi diyakini memiliki potensi yang besar. Dia mengambil tes IQ setelah staf di tempatnya belajar terus berjuang untuk menemukan tugas yang paling sulit untuk Heidi.Dia pun mengikuti tes IQ Wechsler yang menggunakan teka-teki untuk mengukur potensi intelektual anak.

“Kami selalu berpikir Heidi sangat pintar karena dia sudah bisa membaca sejak dini.Saya ingin tahu tentang IQ-nya dan hasilnya di luar dugaan,”terang Matthew. “Saya menyuruh dia menyelesaikan satu set bukubuku lengkap Oxford Reading Tree saat berusia dua tahun dan dia membaca seluruh rangkaian 30 halaman dalam satu jam.Itu yang sulit Anda harapkan dari anak tujuh tahun sekalipun,”ujar Matthew.

Potensi Heidi juga bukan hanya di akademik.Dari segi fisik,dia memang terlihat lebih tinggi dibandingkan teman-teman sekelasnya. Tingginya lebih dari 90 cm atau sama dengan tinggi ratarata anak yang berusia enam tahun.“Heidi telah benarbenar berkembang lebih cepat daripada anak-anak lain, secara akademis,artistik,dan fisik,”ungkapnya. Keluarga Hankins membantah bahwa mereka dituding menekan Heidi sehingga bisa sangat pintar seperti itu.

“Kami tidak menekan Heidi sama sekali. Dia telah mengambil semuanya sendiri dan mengajarkan ke dirinya sendiri.” “Dia tidak dewasa sebelum waktunya,dia hanya seorang gadis kecil yang suka Barbie dan Lego,tetapi kemudian Anda akan menemukan dia sedang duduk di bawah dan membaca buku,”tambahnya. Matthew menegaskan,saat ini terlalu dini untuk mengatakan kepada putrinya ke mana kecerdasan akan membawanya.

“Tapi saya pikir dia akan mewariskan keterampilan artistik milik ibunya.Kami sangat bangga padanya,”ungkapnya. Mereka pun berharap putri mereka dapat melewati tahun ajaran pada September mendatang.Sang kakak,Isaac, 9,juga dikenal karena menjadi anggota paduan suara di Winchester Cathedral. Kepala Eksekutif British Mensa John Stevenage mengungkapkan, kedua orang tua Heidi memang telah mengidentifikasi bahwa putri mereka memiliki potensi yang besar.

“Kami harap mereka senang dan bahagia telah memilih untuk bergabung dengan jaringan Mensa demi memberikan dukungan bagi Heidi,”terang Stevenage seperti dikutip newspano.com. Mensa mengatakan IQ Heidi tidak mungkin berubah meskipun dia bertambah dewasa. (Juf/Sindo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers